Selasa, 05 Juni 2012

PUISI part 1


BUKAN TANPA TUJUAN


Berikan kami kenyataan terpahit

Yang mengiris nadi meniadakan arti

Lelehkan jiwa membuka perasaan

Bila tertutup segala dinamika dunia



Kan ku ayunkan kaki melangkah kedepan

Hentikan badai yang telah merajam

Keringat nafasku kau temukan arah

Hancurkan setiap mimpi yang membuai



Perjalanan ini bukanlah tanpa tujuan

Dengan keberadaan yang telah terbukti

Satukan arti memandang kepalsuan

Kecil namun tetap sangat berarti

Diksi atau Pemilihan Kata dan Kalimat Efektif

DIKSI ATAU PILIHAN KATA

Defenisi Diksi
Diksi atau pilihan kata berkaitan dengan kata (-kata) mana yang dipakai untuk menyampaikan suatu gagasan, memilih kelompok kata-kata atau menggunakan ungkapan yang tepat, dan gaya yang paling baik digunakan dalam suatu situasi.
Diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar.
Diksi yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan oleh penguasaan sejumlah besar kosa kata atau perbendaharaan kata bahasa itu. 

Diksi juga merupakan pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara atau yang lebih umum digambarkan dengan enunsiasi kata - seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas dan ekstrimitas terjauhnya.

Ciri - Ciri Diksi
Yaitu menggunakan lafal, tekanan, intonasi yang sesuai menentukan pilihan kata (diksi), bentuk kata dan ungkapan yang tepat dalam kalimat .

KALIMAT EFEKTIF
Kalimat dikatakan efektif apabila berhasil menyampaikan pesan, gagasan, perasaan, maupun pemberitahuan sesuai dengan maksud si pembicara atau penulis. Untuk itu penyampaian harus memenuhi syarat sebagai kalimat yang baik, yaitu strukturnya benar, pilihan katanya tepat, hubungan antarbagiannya logis, dan ejaannya pun harus benar.
Dalam hal ini hendaknya dipahami pula bahwa situasi terjadinya komunikasi juga sangat berpengaruh. Kalimat yang dipandang cukup efektif dalam pergaulan, belum tentu dipandang efektif jika dipakai dalam situasi resmi, demikian pula sebaliknya. Misalnya kalimat yang diucapkan kepada tukang becak, “Berapa, Bang, ke pasar Rebo?” Kalimat tersebut jelas lebih efektif daripada kalimat lengkap, “Berapa saya harus membayar, Bang, bila saya menumpang becak Abang ke pasar Rebo?”
Yang perlu diperhatikan oleh para siswa dalam membuat karya tulis, baik berupa essay, artikel, ataupun analisis yang bersifat ilmiah adalah penggunaan bahasa secara tepat, yaitu memakai bahasa baku. Hendaknya disadari bahwa susunan kata yang tidak teratur dan berbelit-belit, penggunaan kata yang tidak tepat makna, dan kesalahan ejaan dapat membuat kalimat tidak efektif.
Berikut ini merupakan contoh pola kesalahan yang umum terjadi dalam penulisan serta perbaikannya agar menjadi kalimat yang efektif.
1.       Penggunaan dua kata yang sama artinya dalam sebuah kalimat :
·                      Sejak dari usia delapan tauh ia telah ditinggalkan ayahnya.
(Sejak usia delapan tahun ia telah ditinggalkan ayahnya.)
2.       Penggunaan kata berlebih yang ‘mengganggu’ struktur kalimat :
·                      Kepada yang bersalah harus dijatuhi hukuman setimpal.
(Yang bersalah harus dijatuhi hukuman setimpal.)
3.      Penggunaan imbuhan yang kacau :
·                      Yang meminjam buku di perpustakaan harap dikembalikan.
(Yang meminjam buku di perpustakaan harap mengembalikan. / Buku yang dipinjamdari perpustakaan harap dikembalikan)
4.      Kalimat tak selesai :
·                      Manusia yang secara kodrati merupakan mahluk sosial yang selalu ingin berinteraksi.
(Manusia yang secara kodrati merupakan mahluk sosial, selalu ingin berinteraksi.)
5.       Penggunaan kata dengan struktur dan ejaan yang tidak baku :
·                      Kita harus bisa merubah kebiasaan yang buruk.
(Kita harus bisa mengubah kebiasaan yang buruk.)

Kata-kata lain yang sejenis dengan itu antara lain menyolok, menyuci, menyontoh, menyiptakan, menyintai, menyambuk, menyaplok, menyekik, menyampakkan, menyampuri, menyelupkan dan lain-lain, padahal seharusnya mencolok, mencuci, mencontoh, menciptakan, mencambuk, mencaplok, mencekik, mencampakkan, mencampuri, mencelupkan.
6.      Penggunaan tidak tepat kata ‘di mana’ dan ‘yang mana’ :
·                      Saya menyukainya di mana sifat-sifatnya sangat baik.
(Saya menyukainya karena sifat-sifatnya sangat baik.)
7.      Penggunaan kata ‘daripada’ yang tidak tepat :
·                      Seorang daripada pembatunya pulang ke kampung kemarin.
(Seorang di antara pembantunya pulang ke kampung kemarin.)
8.      Pilihan kata yang tidak tepat :
·                      Dalam kunjungan itu Presiden Yudhoyono menyempatkan waktu untuk berbincang bincang dengan masyarakat.
(Dalam kunjungan itu Presiden Yudhoyono menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan masyarakat.)
9.      Kalimat ambigu yang dapat menimbulkan salah arti :
·                      Sopir Bus Santosa yang Masuk Jurang Melarikan Diri
Judul berita di atas dapat menimbulkan salah pengertian. Siapa/apa yang dimaksud Santosa? Nama sopir atau nama bus? Yang masuk jurang busnya atau sopirnya?
(Bus Santoso Masuk Jurang, Sopirnya Melarikan Diri)
10.  Pengulangan kata yang tidak perlu :
·                      Dalam setahun ia berhasil menerbitkan 5 judul buku setahun.
(Dalam setahun ia berhasil menerbitkan 5 judul buku.)
11.  Kata ‘kalau’ yang dipakai secara salah :
·                      Dokter itu mengatakan kalau penyakit AIDS sangat berbahaya.
(Dokter itu mengatakan bahwa penyakit AIDS sangat berbahaya.)

Rabu, 30 Mei 2012

Tips Merawat Motor Honda Astrea Grand


Permasalahan dan solusi merawat motor Honda Astrea Grand

Hallo pembaca… apa kabar!! Semoga baik baik saja yah . langsung aja nih ke pokok permasalahannya. Bagi kalian yang mempunyai Honda Astrea Grand, termasuk saya juga sih. Hehehe
Kalian pasti pengen kan punya motor bagus terus nyaman dipakainya, dan juga irit pastinya. Honda Astrea Grand  punya kriteria tersebut asalkan kalian merawatnya dengan baik dan benar.
Permasalahan yang sering terjadi banyak loh jika kita kurang memperhatiikan kondisi motor kita, maklum Honda Astrea Grand sudah termasuk motor yang lumayan tua, tunggu dulu motor ini sudah banyak yang tahu tentang mesin yang bandel dan iritnya bukan main.
Saya pengen sharing tentang pengalaman saya punya motor Honda Astrea Grand saya.
Ada beberapa masalah yang kadang saya alami tapi saya juga akan memberi solusi nya loh:
1.      Rangka motor yang sudah keropos.
Ini adalah hal yang paling saya kesalkan waktu itu untuk motor saya. Rangka motor yang sering keropos biasanya terjadi karena motor kurang perawatan dalam mencucinya, misalnya saat habis terkena air hujan kita malas untuk mencucinya, sebenarnya jika malas disiram saja dengan air bersih cukup loh terutama bagian bawahnya. Soalnya air hujan mengandung kotoran dan asam air yang cukup banyak jadi hal ini dapat menyebabkan rangka motor cepat berkarat.
Dan bagi kalian yang sudah keropos sebaiknya jangan hanya di las biasa aja, karena tidak akan kuat. Lebih baik bongkar semua sampai tinggal rangka saja (hal ini yang paling malas hahaha) lalu bawa ke tukang las karbit, terus minta di las dan minta tambahkan besi padat yang di massukkan ke dalam rangka tersebut dijamin kuat.
2.      Tarikkan motor yang sudah lemah.
Tarikkan motor yang lemah biasanya perawatan mesin yang kurang di perhatikan. Pastikan motor anda mengganti oli mesin rutin setiap bulan, apalagi kalian yang memakainya sering dan jauh dalam pemakaiannya.
Service juga karbulator anda setiap bulannya, service karbulator sangat mudah loh, coba sendiri pati bisa deh daripada kita ke bengkel cuma service karbulator sama ganti oli bisa habis kurang lebih Rp.50.000 mending kita beli oli sendiri, ganti sendiri bersihin karbu sendiri juga pasti jauh lebih murah dan anda juga bisa ngerti dikit-dikit tentang motor.
Service besar juga dapat menambah daya tarikan mesin kita yang sudah lemah, service besar yaitu menservice bagian head mesin kita, yang sudah lama ngga pernah service besar pasti banyak kerak-kerak pada bagian head kalian, makanya sekali-sekali kita perlu menservice besar motor kita dan sekalian lihat apakah ada yang harus diganti misalkan yang sering  rusak biasanya plat kopling, rantai keteng, klep dan masih banyak lagi.hehehe.


3.      Keluar asap putih dari kenalpot
Asap putih dari kenalpot juga sering saya lihat pada motor grand ini, asap putih disebabkan karena ada oli yang bocor lalu terbakar di mesin yang menyebabkan asap putih ini keluar. Karena motor Grand sudah termasuk motor tua, biasanya seher tidak pernah diganti, sementara seher atau piston ini terus bekerja siang dan malam hehehe.
Kebocoran oli ini biasanya terdapat di seher atau ring seher yang sudah lemah, ini diharuskan kita untuk turun mesin lalu mengkorter head di tukang bubut dan seher diganti yang agag besar. Hal ini tidah bisa di hindari karena memang biasanya sudah waktunya untuk diganti.

Sudah ya sekian dulu tips dari saya, mungkin kalian  juga bisa sharing tentang motor kalian karena saya hanya belajar dari pengalaman.
Mungkin di lain waktu juga saya akan sharing lagi kog hehahehaheha… salam GRAND